#Day10 - Tantangan 10 Hari Berkomunikasi Produktif
Belajar dari Bersepeda dan Belanja Bulanan
Alhamdulillah, akhirnya bisa menulis reportase hari ini, efek hp opname dan saya harus menanti giliran menggunakan si lappy yang digunakan suami untuk "ngoprek" si hp, sampai saya ketiduran.
Akhir pekan yang dingin, sepanjang hari Sabtu kemarin rintik hujan menemani hingga malam ini. Malam sebelumnya Khansa menginap di rumah ibunya. Siang tadi kami menjemputnya, setelah usahanya berani bersepeda sendiri ke rumah ibunya meski cuma sampai setengah perjalanan, saat pulang ketika saya minta pulang dengan bersepeda, dengan semangat dia menjawab "ayo...". Wooww...kepercayaan diri dan semangatnya sudah bangkit rupanya. "oke lah let's go". Khansa dan sepedanya jalan lebih dulu, lalu kami mengikuti dengan sepeda motor dari belakang, awalnya, lalu abinya menyalipnya dan posisi kami di depan sambil tetep mengawasi lalu mengambil jalan memutar. Sesampai di rumah, dia langsung berceloteh riang tentang betapa senangnya tadi dia bersepeda dari rumah ibu, berhasil di tanjakan tanpa di bantu lagi. Saya pun memuji keberaniannya dan menyemangatinya untuk tidak takut lagi bersepeda ke rumah ibu.
Sorenya kami bertiga pergi belanja bulanan yang agak telat :) ke salah satu toko swalayan di daerah Ciganjur. Dua bulan terakhir saya suka belanja disini karena harganya yang sedikit lebih miring dan bisa jadi salah satu acara "we time". Kalau di supermarket besar Khansa biasanya langsung minta naik ke dalam keranjang dorong, kalau disini tidak bisa karena ukuran keranjang lebih kecil. Saya biasanya akan meminta dia untuk membantu mendorong, yang tentu saja tanpa diminta pun akan dengan senang hati dia mendorong keranjang belanja :) Sambil berkeliling memilih belanjaan yang telah dicatat sebelumnya, saya akan bertanya "apa yang belum dek?" lalu dengan sigap dia akan menjawab "sabun mi", "oke, mau sabun yang mana kali ini"..."ummi mau sabun yang ini, kalau Khansa mau yang mana?", seperti biasa dia akan memilih sabun dengan aroma buah "tapi ga mau yang kaya tempo hari mi", "oke, ambil merk yang satunya lagi aja, dua aja ya". Lalu dia pun mengambil dua sabun dengan merk yang berbeda dari bulan lalu. Itulah salah satu aktivitas kami saat belanja. Pemilihan barang, mengecek harga, beberapa hal yang bisa turut dipelajari tanpa disadari oleh sang anak.
Dari dua hal diatas yang tampaknya sepele, bersepeda dan belanja, bisa didapat begitu banyak momen dimana akan terjalin komunikasi diantara anggota keluarga, sekaligus pengalaman belajar buat sang anak. Dari momen bersepedanya kemarin saya berusaha membangkitkan rasa percaya dirinya dan memuji keberhasilannya saat dia berhasil melakukannya. Dari momen belanja, ada pembiasaan mengucapkan kata "tolong" dan "terima kasih", ada momen belajar memilih produk, ada momen bertanya produk yang baru dia lihat atau belum pernah kami beli.
Buat saya dan suami, momen belanja bersama juga jadi ajang melatih kesabaran dan jurus komunikasi produktifnya saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari sang anak. Karena sebelum ini, saat pertanyaan semakin banyak pasti akan keluar jawaban "udah ah, nanya terus", kalau sekarang meskipun capek tetap berusaha untuk menjawab dg sabar karena tanpa kita sadari pertanyaan-pertanyaan yang kita anggap sepele itu merupakan salah satu proses penyerapan ilmu bagi mereka.
Kalau sebelumnya saya akan mengambil barang-barang belanja tanpa bertanya pada anak terlebih dulu, sekarang, saya berusaha memberikan kesempatan padanya untuk memilih sendiri barang yang akan dipakai atau dimakannya, misalnya sikat gigi, pasta gigi, sabun, pakaian, dan pemilihan menu makanan sehari-hari.
Kalau sebelumnya saya akan mengambil barang-barang belanja tanpa bertanya pada anak terlebih dulu, sekarang, saya berusaha memberikan kesempatan padanya untuk memilih sendiri barang yang akan dipakai atau dimakannya, misalnya sikat gigi, pasta gigi, sabun, pakaian, dan pemilihan menu makanan sehari-hari.
#hari10
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Komentar
Posting Komentar