Postingan

#Day10 - Tantangan 10 Hari Berkomunikasi Produktif

Belajar dari Bersepeda dan Belanja Bulanan Alhamdulillah, akhirnya bisa menulis reportase hari ini, efek hp opname dan saya harus menanti giliran menggunakan si lappy yang digunakan suami untuk "ngoprek" si hp, sampai saya ketiduran. Akhir pekan yang dingin, sepanjang hari Sabtu kemarin rintik hujan menemani hingga malam ini. Malam sebelumnya Khansa menginap di rumah ibunya. Siang tadi kami menjemputnya, setelah usahanya berani bersepeda sendiri ke rumah ibunya meski cuma sampai setengah perjalanan, saat pulang ketika saya minta pulang dengan bersepeda, dengan semangat dia menjawab "ayo...".  Wooww...kepercayaan diri dan semangatnya sudah bangkit rupanya. "oke lah let's go". Khansa dan sepedanya jalan lebih dulu, lalu kami mengikuti dengan sepeda motor dari belakang, awalnya, lalu abinya menyalipnya dan posisi kami di depan sambil tetep mengawasi lalu mengambil jalan memutar. Sesampai di rumah, dia langsung berceloteh riang tentang betapa sena...

#Day9 - Tantangan 10 Hari Berkomunikasi Produktif

Membangkitkan Rasa Percaya Diri dengan Pujian Ummi KW abis nyemangatin si anak dara berani ke rumah ibunya pakai sepeda sendiri. Pada episode 1...jiahh pake episode bookk...sukses sampai pangkal gang lalu balik kanan karena hujan. Ketika saya tanya "koq balik lagi dek? Dah sampe mana tadi?"...."Hujan mi, Khansa balik lagi, baru sampe Pak Nanang". "Waahh, hebat iih adek, udah berani sampe Pak Nanang sendiri. Ya udah nanti kalau hujan dah brenti, jalan lagi ya"...Dia pun tersenyum senang. Satu jam kemudian diingatkan lagi dan langsung cuss dengan sikap yang keliahatannya lebih PD dari episode 1...5 menit kemudian ternyata balik lagi..."takut mi"..."ya udah, ummi ganti baju dl yaa". Sambil jalan saya tanya tadi dah sampe mana dek?"..."sampe turunan deket rumah putri, trus Khansa balik lagi...takut". Hmmm...ternyata kejadian nyungsep diturunan itu masih membekas di benaknya, meski tadi saat diminta berangkat sendiri, de...

#Day8 - Tantangan 10 Hari Berkomunikasi Produktif

Belajar Memilih Late post nih reportase kemarin. Setelah episode "kompor mleduk", kemarin dengan suasana yang lebih tenang, giliran umminya nih yang mengorek cerita dari si anak sholehah. Setelah pulang Bimba dan suasana santai semesta mendukung dengan cuaca mendung dan gerimis mengundang, mulailah obrolan dari hati ke hati...e cieee :) U: dek, sini deh (sambil bentang selimut) K: enak mi...angeett U: (sambil usap-usap punggung Khansa) mengingatkan kembali kalo tindakannya kemarin bisa menyebabkan dia sakit, karena mandi malam plus cuaca lagi mendung dan hujan seharian jadi makin dingin kalau mandi malam. K: (manggut-manggut) U: (lanjut masuk ke topik inti) dek, kenapa sih ga mau ngaji ke masjid lagi? Ga ada temannya ya? K: (geleng-geleng) U: bosan ya? K: iya mi U: mau ngaji sama ummi aja? K: iya U: (maknye siapin sekarung sabar dulu) :D Kali ini emaknya belajar lebih tenang dengan berbekal sekarung sabar dan mengunci omelan di dalam "kamar". Berat? ...

#Day7 - Tantangan 10 Hari Berkomunikasi Produktif

Ketika "Kompor Mleduk" Apa pula ini? "Kompor mleduk"...tanda kegagalan saya kemarin dalam menahan amarah. Beberapa hari belakangan ini Khansa agak susah diajak mandi sore. Dia baru akan mandi setelah azan berkumandang. Beberapa hari kemarin saya masih menahan diri untuk mengomel, kebiasaan buruk saya selama ini yang mulai berkurang sejak belajar Komunikasi Produktif. Biasanya saya akan mengingatkan beberapa kali, dari intonasi biasa sampai intonasi sedikit meninggi kalau sudah jelang maghrib dia belum mandi juga. Tapi kemarin saya benar-benar out of control saat saya sudah bebeapa kali mengingatkan dan tak diindahkan, malah ditinggal pergi main keluar dan baru pulang saat azan maghrib. Saya ingatkan lagi untuk segera mandi karena sebentar lagi abinya pulang. Dia malah ambil piring terus makan, setelah itu dia masuk kamar mandi, beberapa menit tanpa suara, lalu terdengar rengekannya "dingin ummi...", sontak saya jawab "ya itu resikonya kalau...

#Day6 - Tantangan 10 Hari Berkomunikasi Produktif

Gambar
Prakarya Ada apa dengan prakarya ini? Melalui prakarya ini, tercipta diskusi seru. Berawal dari undangan syukuran hari lahir eyang Karim. Saya dan Khansa berdiskusi mau kasih bingkisan apa buat eyang. Khansa bilang buat bunga tulip aj, tapi setelah ga dapat bahan perca yang kami inginkan, karena waktu mepet banget kalau harus pesan online takut ga selesai proyeknya, maka kami berdua browsing ide-ide lainnya. Kebetulan hari itu saat buka facebook ada file postingan lama yang saya share tentang prakarya dari kancing. Aneka bentuk bunga dan hewan, saya minat dengan motif balon terbang karena simpel dan Khansa akan dengan mudah membuatnya, tapi ternyata Khansa mau yang motif bunga. Ok, akhirnya disepakati motif bunga. Keesokan harinya kami berdua ke pasar Depok Jaya berburu kancing cantik, berhubung tidak ada, akhirnya kami pilih saja dari koleksi yang ada. Pengerjaan prakarya ini dilakukan secara bersama antara saya dan Khansa. Malamnya Khansa laporan ke abinya sudah buat b...

#Day5 - Tantangan 10 Hari Berkomunikasi Produktif

Meredam Emosi Sejak memulai ikut kelas matrikulasi, saya mulai belajar meredam emosi, terutama saat berhadapan dengan tingkah laku anak. Meski terkadang masih out of control . Sampai hari ini pun masih berjalan, belajar...belajar...belajar. Saat sudah mulai terpancing emosi, saya memalingkan pandangan sejenak, tarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan sambil istighfar. Sejauh ini cukup efektif untuk sejenak mengambil jeda, lalu kemudian mengambil tindakan selanjutnya. Biasanya saya mendekatkan diri, memandang langsung ke matanya lalu mulai bicara, meski terkadang si anak dara memalingkan wajahnya. Kalau sudah begitu biasanya saya akan memeluknya dulu beberapa saat, lalu mulai bicara lagi. Seperti hari ini, saat saya mulai merasa emosi saya naik setelah beberapa kali saya meminta si anak dara untuk segera mandi, karena sudah ditunggu eyangnya. Ketika dia masih menunjukkan penolakan dan malah sembunyi di kamar, saya masuk ke kamar, menarik dia secara halus dalam j...

#Day4 - Tantangan 10 Hari Berkomunikasi Produktif

Komunikasi dengan Pasangan Saya dan suami tergolong introvert, pendiam, tidak terbiasa menyatakan isi hati secara terbuka. Jadi, bagaimana kami berkomunikasi? Hehehe...Ya begitulah. Biasanya saya memulai obrolan dengan menceritakan kejadian menarik yang terjadi sepanjang hari itu, baik itu tentang anak atau kondisi lingkungan sekitar. Kalau tidak ada yang penting ya ga ada obrolan :D Jikalau mau menilik ke belakang, sejak awal berkenalan, komunikasi yang kami lakukan ya via tulisan, baik itu sms maupun chat room, LDR ceritanya :) Satu hal yang masih PR banget itu, kalau ditanya jawabnya pasti lama, ini yg kadang membuat saya sering meledak, tidak sabaran menunggu jawaban. Semoga dengan mengikuti kuliah Bunda Sayang, komunikasi di keluarga kami bisa lebih baik lagi...aamiin. #hari4 #tantangan10 hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip